oleh Tika Wijayanti Rezpector (KARTIKA WIJAYANTI) pada 12 Desember 2011 pukul 0:53
Berada dalam sebuah kotak, tepatku menangis, curhat kpd Tuhan dan bertanya-tanya pada angin.
"HAI ANGIN, TOLONG TANYAKAN PADANYA APAKAH DIA MENCINTAIKU?"
Aku tersesak,"Angin, kenapa kamu diam saja? AKU disini menunggu jawabmu! Aku berdiri rapuh diantaramu, TOLONG Angin, kumohon tanyakan PESANku itu padanya. Agar aku tau bagaimana perasaannya padaku. AGAR aku tak hanya BERHARAP dengan lumpur penuh sakit, menunggu ketidakpastian.LUMPUR yang menggerogoti kesabaranku! Yang selalu megawasiku cap kali aku melakukan sesuatu. Hal kecil sekalipun ia tahu."
Sing....
"Apa kamu tega angin MELIHAT aku begini??? APA kamu TEGA? Sebenarnya Aku malu pada Lumpur itu. Ya, MEMANG aku bodoh! Memang aku tak bernyali karena KENAPA harus kamulah Angin yang tanyakan hal itu untuknya. PADAHAL aku sendiri MAMPU. KARENA AKU MEMANG TAK BERANI UNGKAPKAN ITU, MAAF..."
"M A S A C E W E K D U L U A N!", Dan ketika itu Aku tersentak, "yaaa benar juga apakata mereka, masa cewek mulai duluan," gumamku dalam hati kecilku yang seraya percaya akan kata Semak Rindang itu. Masih saja mereka mengejekku. Berusaha menundukkaku dalam hal ini. Ya, kalau saja aku nggak KOKOH, tak mungkin Aku mampu BERDIRI hingga detik ini. Panas, hujan, semi gugur kulewati HANYA demi mencaritahu Bagaimana perasaannya KEPADA ku.
Angin saja, temanku selama ini tak mau saja memberitahu tentang kabar kenyataan itu...
TAPI, aku TERIMA dan aku akan TETAP berdiri disini hingga Angin memberitahuku tau DIA sendiri yang memberitahu bagaimana perasaannya kepadaku...
halah... isih galau to ceritane? wkwkwk
BalasHapus